Dinkes Kepsul Beri Perhatian Khusus Kasus Gizi Buruk
SANANA,legalpost.id-Belajar Dari Surahman Suamole pasien Hidrosefalus dan Gizi Buruk Asal Waiman Kecamatan Sulabesi Tengah, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kepulauan Sula (Kepsul) Bakal Beri Perhatian serius Pada Kasus Stanting dan Gizi Buruk Di kepulauan Sula, Maluku Utara.
Hal itu disampaikan langsung oleh Plt. Kepala Dinas Kesehatan kepulauan Sula, Suryati Abdullah, Saat di konfirmasi Jumat (3/9)
Penaganan Dan Pencegahan Kasus Stanting atau Gizi Buruk membutuhkan kerja sama serta peran lintas sektor sehingga hal ini dapat di cegah
"Saya berharap kedepannya kasus seperti ini tidak terjadi lagi kepada masyarakat kita di kepulauan Sula, olehnya itu untuk menaganiya di butuhkan keterlibatan semua sektor, "ucap Kadinkes.
Suryati bilang Dinas Kesehatan Kepulauan Sula, sendiri akan memberikan perhatian serius terhadap kasus ini dan akan melakukan edukasi terhadap tenaga medis baik di puskesmas maupun polindes di setiap desa.
"Kedepan kami akan melakukan penguatan kembali kepada tenaga Gizi, tenaga Bidan, dan kader posyandu di seluruh wilayah Puskesmas dalam hal pendataan, pelaporan dan juga peningkatan skillnya. Harapannya kita bisa mengetahui perkembangan terkait degan status gizi, baik sejak ibu hamil sampai degan usia anak itu 5 tahun, sehingga ketika seluruh datanya sudah lengkap, dan kami bisa melakukan pemanntauan perkembangan status Gizi di tiap balita pada wilayah kerja Puskesmas masing-masing ," Jelasnya
Suryati, juga berharap agar kepala desa juga memberikan perhatian penuh kepada masyarakat sehingga Kasus Stanting atau Gizi Buruk ini tidak terjadi lagi di tengah-tengah masyarakat
"Pengalokasian Anggaran kesehatan di pos Dana Desa itu sekitar 8% sehingga kami berharap kepada seluruh kepala desa menggunakan anggaran itu tepat sasaran ," tutup Suryati.
(Imelda)


Komentar