DKP Malut Perkuat Aktivitas Nelayan, 45 Mesin Tempel Kapal Dikirim ke Kepulauan Sula

SOFIFI,Legalpost.id - Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Maluku Utara ambil langkah cepat untuk memperkuat aktivitas nelayan di wilayah kepulauan.

Langkah tersebut dengan mengirim sebanyak 45 unit mesin tempel kapal dengan skema Kredit Usaha Rayat (KUR) ke Kabupaten Kepulauan Sula menggunakan kapal Midun melalui jalur tol laut, Sabtu (8/8/2026).

Plt Kepala DKP Maluku Utara Kadri Laetje, mengatakan pengiriman tersebut diperkirakan membutuhkan waktu sekitar enam hari enam malam. Selama perjalanan, pengiriman akan dikawal oleh staf DKP Maluku Utara hingga tiba di Kepulauan Sula.

"Setelah tiba di Sula, mesin-mesin tersebut akan diserahkan langsung oleh Wakil Gubernur Maluku Utara, Sarbin Sehe, didampingi Plt. Kepala DKP Maluku Utara," ujar Kadri Laetje ketika diwawancarai di Kota Ternate.

Menurutnya, percepatan pengiriman dilakukan agar bantuan tersebut segera dimanfaatkan nelayan untuk kembali melaut, meningkatkan hasil tangkapan, sekaligus memperkuat pasokan ikan di pasar lokal.

Ia menegaskan, program tersebut merupakan bagian dari langkah strategis Gubernur Maluku Utara Sherly Laos dan Wakil Gubernur Sarbin Sehe dalam memastikan ketersediaan pasokan ikan yang cukup bagi kebutuhan masyarakat.

"Langkah ini dilakukan agar nelayan bisa segera beraktivitas melaut, menangkap ikan, dan memasok hasil tangkapannya ke pasar lokal," katanya.

Ke depan, kata Kadri, DKP Maluku Utara menargetkan setiap kabupaten/kota memiliki lebih banyak nelayan dengan armada skala kecil yang dapat beroperasi di wilayah perairan hingga 12 mil.

Pengembangan armada tersebut diarahkan untuk memperkuat pasokan protein laut bagi masyarakat sekaligus membuka ruang yang lebih besar bagi nelayan lokal untuk mengoptimalkan potensi perikanan di wilayah pesisir.

Menariknya, meski menggunakan armada berukuran kecil, orientasi hasil tangkapan justru diarahkan pada ikan bernilai ekonomi tinggi, seperti tuna yellowfin dengan ukuran 20 kilogram ke atas.

"Filosofinya, armada besar menangkap ikan kecil, sedangkan armada kecil menangkap ikan besar," jelas Kadri.

Ia berharap penguatan armada nelayan skala kecil tersebut dapat menjadi bagian dari strategi pengelolaan perikanan Maluku Utara yang produktif, berkelanjutan, sekaligus mampu memenuhi kebutuhan ikan masyarakat di berbagai daerah.(*)

Komentar

Loading...