Ini Tujuh Produk Khas Masyarakat Todowongi
JAILOLO,Legalpost.Id -- Desa Todowongi Kecamatan Jailolo, kabupaten Halmahera Barat, Maluku Utara, menggarap tujuh produk khas. Produk yang dibuat demi meningkatkan ekonomi masyarakat itu dengan memanfaatkan Sumber Daya Alam (SDA) di desa tersebut.
Kepada wartawan legalpost.id di polres Halmahera Barat Kamis, (1603/2023) Kepala Desa Todowongi Mancelina Lobi, menjelaskan tujuh produk itu di antaranya Serbuk Jahe Merah, Krepek Pisang Mulu Bebek, Krepek Keladi Original, Krepek Keladi Pedas, Bagea Sagu, dan kerajinan tangan kursi rotan.
Mancelina atau biasa di sapa ona mengaku, selain 7 produk yang dikelola 4 kelompok Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM), ada juga kerajinan tangan lainnya yang sementara digarap.
"Kerajinan ini sudah lama dilakukan namun belum dikembangkan. Jadi saat ini karena kebutulan Todowongi selain masuk Desa Cerdas dan dalam tahun ini juga mengalihkan projek UMKM itu dalam proses membuat rumah produksi. "Jelas dia.
Dengan itu kata dia, setelah rumah produksi selesai maka akan mengembangkan produk-produk tersebut, dan juga ada penambahan kerajinan tangan dan produk lain seperti roti kenari," ungkap Mancelina.
Dia mengatakan, produk yang digarap ini tujuannya untuk meningkatkan ekonomi masyarakat, membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat, selain itu juga bertujuan untuk mengurangi pengangguran dan menghindari pergaulan yang menjerumuskan pada kenakalan remaja dari akibat minuman keras.
"Dialihkan ke hal-hal ini agar mereka itu beraktivitas, dan sementara ini dalam tahap pengembangan," tuturnya.
Mancelina menyampaikan, produk ini bermula dikelolah oleh Bumdes, kemudian di Bumdes kepada masing-masing UMKM yang mengembangkannya.
"Legalitas hukum Bumdes juga sudah dipersiapkan dan itu sudah siap. Jadi banyak sektor, dari sektor pertanian juga Bumdes mengelola bersama dengan ibu-ibu UMKM," ujarnya.
Ia menambahkan, yang menjadi kendala sekarang ini adalah alat. Sebab pengembangan produk dilakukan secara swadaya dan masih manual.
"memang yang dibutuhkan itu salah satunya prasarana alat untuk menunjang pekerjaan mereka agar semakin lancar dan tidak terhentikan," ujarnya.
Dia mengaku produk yang diproduksi ini masih berdasarkan pesanan, jadi dalam bulan ini berkisar 50 paket yang berhasil dijual. Meskipun belum mendapatkan pasar yang tepat tetapi UMKM sudah mulai menawarkan produk-produknya ke Indomaret, dan sudah berkomunikasi ke Perizinan.
Amatan wartawan Produk tersebut juga telah dipromosikan dalam kunjungan Kapolda Malut di Polres Halmahera Barat, Kamis (16/3).(tim)

Komentar