BPIP Gelar Sosialisasi Pembinaan Ideologi Pancasila di Halmahera Barat

Legalpost.id-JAILOLO,HALMAHERA BARAT- Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Republik Indonesia menggelar Sosialisasi Pembinaan Ideologi Pancasila dengan tema “Pembinaan Ideologi Pancasila bagi Guru dan Generasi Muda di Halmahera Barat” di Aula Kantor Bupati Halmahera Barat, Kamis (25/6/2026).

Kegiatan tersebut dihadiri sejumlah pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), perwakilan Kejaksaan Negeri Halmahera Barat, perwakilan Polres Halmahera Barat, Danramil Jailolo, serta ratusan peserta yang terdiri dari guru dari berbagai sekolah di Kabupaten Halmahera Barat.

Hadir sebagai narasumber dalam kegiatan tersebut, Deputi Bidang Pengkajian dan Materi sekaligus Pelaksana Tugas Deputi Bidang Hubungan Antar Lembaga, Sosialisasi, Komunikasi dan Jaringan BPIP, Dr. Surahno, S.H., M.Hum, Direktur Sosialisasi dan Komunikasi BPIP Prof. Dr. Agus Moh. Najib, M.Ag, Kepala Biro Fasilitasi Pimpinan, Hubungan Masyarakat dan Administrasi BPIP Dr. Mahnan Marbawi, M.A, serta Direktur Pengkajian Materi Pembinaan Ideologi Pancasila BPIP Dr. Irene Camelin Sinaga, AP., M.Pd.

Kepala BPIP RI, Prof. Drs. K.H. Yudian Wahyudi, M.A., Ph.D, dalam sambutannya mengatakan kegiatan tersebut merupakan tindak lanjut dari pelaksanaan Asta Cita Presiden RI, Prabowo Subianto, yang menempatkan penguatan ideologi Pancasila sebagai salah satu program prioritas nasional.

  1. Yg

“Sosialisasi ini merupakan tindak lanjut dari Asta Cita Presiden Prabowo yang menempatkan penguatan ideologi Pancasila, demokrasi, dan hak asasi manusia sebagai program prioritas yang harus terus dijalankan di seluruh daerah,” ujar Yudian.

Menurutnya, perkembangan global yang berlangsung begitu cepat telah menghadirkan berbagai tantangan baru bagi kehidupan berbangsa dan bernegara. Arus informasi yang semakin terbuka turut membawa berbagai pengaruh dan ideologi yang perlu disikapi secara bijaksana.

“Di tengah dinamika global yang begitu cepat dan kompleks, termasuk pesatnya perkembangan teknologi informasi dan masuknya berbagai ideologi asing, kita dihadapkan pada tantangan serius untuk memastikan nilai-nilai Pancasila tetap hidup dan menjadi pedoman bagi seluruh masyarakat Indonesia dari Sabang sampai Merauke,” katanya.

Yudian menegaskan bahwa penguatan ideologi Pancasila harus dimulai dari dunia pendidikan. Guru dan generasi muda memiliki peran penting dalam menjaga serta mewariskan nilai-nilai kebangsaan kepada generasi berikutnya.

Sementara itu, mewakili Gubernur Maluku Utara, Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Provinsi Maluku Utara, Kadri La Ethe, mengatakan Indonesia membutuhkan ideologi yang kuat untuk menjaga persatuan di tengah keberagaman masyarakat.

“Mengutip inspirasi Bung Karno, kita dilahirkan untuk berbeda tetapi bersatu untuk membangun Indonesia. Karena itu, sebuah ideologi sangat dibutuhkan oleh suatu bangsa agar masyarakat dapat terus hidup bersama dan berdampingan dalam semangat persatuan,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa Pancasila memiliki kedudukan yang sangat penting sebagai dasar negara sekaligus pedoman dalam setiap aktivitas kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.

“Kedudukan Pancasila sebagai ideologi negara memiliki fungsi yang sangat mendasar. Keberadaan Pancasila memegang peranan penting sebagai pedoman dalam setiap aktivitas kehidupan masyarakat dan penyelenggaraan negara,” katanya.

Kadri menambahkan bahwa nilai-nilai Pancasila sebagai bagian dari konsensus nasional harus terus disosialisasikan secara berkelanjutan hingga menjangkau seluruh lapisan masyarakat.

“Empat pilar kebangsaan sebagai konsensus nasional harus terus ditegakkan dan disosialisasikan, mulai dari ibu kota negara hingga pelosok desa di Halmahera, sebagai upaya menjaga integritas dan keutuhan bangsa Indonesia,” tuturnya.

Sementara itu, Wakil Bupati Halmahera Barat, Djufri Muhamad, menyampaikan apresiasi kepada Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) yang telah memilih Halmahera Barat sebagai lokasi pelaksanaan Sosialisasi Pembinaan Ideologi Pancasila bagi guru dan generasi muda.

“Atas nama Pemerintah Kabupaten Halmahera Barat dan seluruh masyarakat Halmahera Barat, saya menyampaikan apresiasi dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada BPIP yang telah memilih Halmahera Barat sebagai bagian dari upaya strategis memperkuat pemahaman dan pengamalan nilai-nilai Pancasila di tengah kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara,” kata Djufri.

Menurut Djufri, Pancasila bukan hanya dasar negara yang tertuang dalam konstitusi, tetapi juga menjadi jiwa dan arah perjalanan bangsa Indonesia. Karena itu, penguatan nilai-nilai Pancasila harus terus dilakukan di tengah perkembangan zaman yang semakin dinamis.

“Di tengah dinamika global yang semakin kompleks, kemajuan teknologi informasi yang begitu cepat, serta berbagai tantangan sosial yang terus berkembang, penguatan ideologi Pancasila menjadi kebutuhan yang semakin mendesak agar masyarakat tetap memiliki pegangan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara,” ujarnya.

Politikus Partai NasDem itu menegaskan bahwa kemajuan suatu daerah tidak hanya ditentukan oleh pembangunan fisik dan pertumbuhan ekonomi semata, tetapi juga oleh kualitas karakter masyarakat yang berlandaskan nilai-nilai luhur bangsa.

“Kita menyadari bahwa pembangunan sumber daya manusia yang berlandaskan nilai ketuhanan, kemanusiaan, persatuan, musyawarah, dan keadilan sosial harus menjadi fondasi utama dalam setiap kebijakan pembangunan. Halmahera Barat yang memiliki keberagaman suku, agama, budaya, dan tradisi harus terus menjaga serta mengaktualisasikan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari, terutama kepada generasi muda sebagai penerus bangsa," tandasnya.

Komentar

Loading...