GPM Menduga Oknum Kepsek SMA 5 Halsel di Lindungi
HALSEL,Legalpost.id-Aksi mogok yang dilakukan para guru dan siswa SMA Negeri 5 Hakmehara Selatan (Halsel), manjadi polimik di kalangan masyarakat desa Saketa. Pasalnya aksi yang dilakukan berawal dari persoalan tidak transparansi penggunaan dana bantuan operasional sekolah (BOS) yang dilakukan oleh oknum kepsek SMA Negeri 5 Halsel, sehingga berefek pada guru dan siswa.
Olehnya itu PAC Gerakan Pemuda Marhaenis (GPM) Kecamatan Gane Barat, setelah mengkroscek dilapangan dan meminta keterangan kepada para dewan guru yang melakukan aksi mogok, memberikan keterangan bahwa pada Kamis (21/10/2020), telah melakukan pertemuan dengan perwakilan cabang Dinas. Namun terkesan ada perlindungan kepada oknum kepsek SMA Negeri 5 Halsel, ini terlihat dari proses rapat yang mendominasi di pihak oknum Kepsek, bahkan ruang bagi para guru untuk menyampaikan apa yang menjadi persolan terkesan dibatasi.
" Alhasil rapat yang dipimpin kepala cabang Dinas tidak ada hasil sesuai dengan tuntutan para guru," ucap Ketua PAC GPM Gane Barat, Muh Tahir Samid, kepada media ini, Jumat (22/10/2021).
Ia bilang, pasalnya pengunaan dana Bos yang mengacu pada Permendikbut nomor 6 tahun 2021 pasal 2 huruf e jelas bahwa transparansi menjadi hal yg wajib, nyatanya selama oknum kepsek menjabat selama 2 tahun tidak ada transparansi sama sekali, bahkan penggunaan dana bos yang pada dasarnya mengacu pada Rencana kerja sekolah (RKS) terlihat diabaikan, bahkan tim Bos pun tidak dibentuk.
" Olehnya itu kami menilai apa yang terjadi di SMA 5 N Halsel, diduga kuat ada penyelewengan anggaran yang dilakukan oleh oknum kepsek SMA 5 Halsel," ujarnya.
Ia menambahkan, pihaknya atas nama organisasi meminta kepada Kadis Pendidikan Provinsi Malut, untuk segera mencopot oknum kepsek SMA Negeri 5 Halsel, dari jabatannya, dan meminta inspektorat Provinsi Malut, segera melakukan audit luar biasa di SMA 5 Halsel.
" Apabila tuntutan kami tidak di indahkan maka PAC GPM Kecamatan Gane Barat akan berkordinasi dengan DPC dan DPD GPM Malut, akan melakukan aksi besar-besaran," pungkasnya.(Tim)





Komentar