Bantuan Mesin 20 PK Jadi “Napas Baru” bagi 58 Nelayan Maluku Utara
SOFIFI,Legalpost.id– Sebanyak 58 nelayan dari sejumlah wilayah di Maluku Utara menerima bantuan mesin perahu berkapasitas 15 PK dan 20 PK. Bantuan tersebut diserahkan di UPT Perikanan Provinsi Maluku Utara, Kota Ternate, Selasa (15/9/2026).
Para penerima bantuan berasal dari Pulau Obi, Kabupaten Halmahera Selatan, Kota Tidore Kepulauan, Kabupaten Halmahera Tengah, dan Pulau Taliabu.
Bantuan mesin perahu tersebut merupakan bagian dari program prioritas Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda dan Wakil Gubernur Sarbin Sehe melalui stimulus sektor perikanan terintegrasi.
Program tersebut diarahkan untuk memperkuat armada tangkap nelayan skala kecil di berbagai wilayah Maluku Utara sekaligus mendukung peningkatan kapasitas produksi sektor perikanan.
Para nelayan penerima manfaat menyambut positif bantuan tersebut dan menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi Maluku Utara.
“Kami sangat berterima kasih kepada Ibu Gubernur dan Pak Wakil Gubernur atas bantuan konkret ini. Mesin ini adalah napas baru bagi mata pencaharian kami,” ujar perwakilan nelayan Pulau Obi, Sarno La Jiwa, Selasa (15/9/2026).
Menurut Sarno, bantuan mesin tersebut dapat membantu menekan biaya operasional sekaligus memberikan kesempatan kepada nelayan untuk memperluas wilayah tangkap hingga ke laut lepas.
Ia juga berkomitmen menjaga dan merawat bantuan tersebut agar dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan untuk mendukung aktivitas nelayan.
Plt. Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Maluku Utara, Kadri Laetje, saat dikonfirmasi Rabu (16/9/2026) mengatakan pemberian bantuan tersebut merupakan salah satu upaya pemerintah daerah dalam meningkatkan produktivitas nelayan sekaligus mengurangi angka kemiskinan ekstrem di wilayah pesisir.
Menurut Kadri, pemerintah secara bertahap mendorong modernisasi sarana dan alat tangkap nelayan tradisional agar produksi perikanan lokal dapat meningkat dan memenuhi kebutuhan pasar, baik nasional maupun ekspor.
“Melalui penguatan fasilitas ini, Pemprov Maluku Utara optimistis sektor maritim akan menjadi penggerak utama pertumbuhan ekonomi daerah. Program ini juga diharapkan meningkatkan pendapatan riil nelayan tradisional yang selama ini terkendala keterbatasan teknologi,” katanya.
Ia menambahkan, distribusi bantuan tersebut merupakan bagian dari komitmen pemerintah daerah untuk memastikan program pembangunan sektor perikanan menyentuh langsung masyarakat yang membutuhkan.
“Kebijakan strategis ini dirancang secara berkesinambungan agar menyentuh langsung kelompok nelayan yang mengalami keterbatasan alat produksi,” ujarnya.
Kadri berharap bantuan mesin perahu tersebut dapat dimanfaatkan secara optimal oleh para penerima sehingga mampu meningkatkan efektivitas kegiatan melaut, produktivitas hasil tangkapan, serta pendapatan keluarga nelayan.
Pemerintah Provinsi Maluku Utara juga akan terus mendorong penguatan sektor perikanan sebagai salah satu bagian penting dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir dan menggerakkan perekonomian daerah.(*)





Komentar