Marak Ilegal fhising di Malut, DKP Malut Diminta Seriusi Pencegahan
Gane,Legalpost -Laut Gane Halmahera Selatan kaya akan berbagai jenis ikan dan spesis hewan laut, salah satu spesies yaitu ikan hiu. Spesis ini terbilang memiliki nilai jual tinggi dipasaran, sayangnya belakangan marak dilakukan ilegal fishing.
Berdasarkan informasi yang dihimpun legalpost.id, pelaku Ilegal fhising bukan hanya mengincar hiu dengan proses penangkapan biasa, adapun pembiusan dan pengeboman ikan jenis cakalang, tuna dan lain di wilayah perairan Gane.
Dimana proses Ilegal fhising itu sendiri dilakukan di perairan wilayah Gane, bahkan Halsel pada umumnya.
Asmar, seorang nelayan penduduk warga desa Tawa kecamatan Gane Barat Selatan pada wartawan mengaku pelaku ilegal fishing menggunakan kapal, dengan alat berupa kompresor untuk proses pembiusan ikan.
Dia mengaku melihat karena setiap hari bersama adiknya melaut dan bertemu pelaku ilegal fishing itu."Lautan Gane ini luas, ada orang-orang yang tangka ikan pake bom, bius. Dorang dengan perahu kecil bahkan ada yang pakai kapal besar. Pelakunya selain nelayan Halsel juga ada nelayan manado,"ungkap Asmar.
Dia mengaku, tiga tahun terakhir laut Gane sangat marak dengan aktivitas ilegal fhising."Tong harap pemerintah tegur pelaku yang tangkap ikan dengan cara itu, karena laut akan rusak dan nanti tong susah cari ikan."pinta pria berusia 45 tahun ini.
Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Maluku utara, Abdullah Assegaf ketika dikonfirmasi, Jumat(8/10) membenarkannya.
"saya juga mendapat informasi, tapi itu harus membuka data tidak bisa saya sampaikan saat ini, nanti saja dicek datanya dulu, yang pasti ada pengawasan disetiap perairan wilayah provinsi Maluku utara"singkat Abdullah.(in)


Komentar