1. Beranda
  2. BREAKING NEWS

Banjir di Tafraka Pulau Hiri Ganggu Tarawih Perdana Ramadan

Oleh ,

TERNATE,Legapost.id — Anggota Komisi III DPRD Provinsi Maluku Utara dari daerah pemilihan Ternate–Halmahera Barat, Iswanto ST, menegaskan bahwa warga Kelurahan Tafraka, Kecamatan Pulau Hiri Kota Ternate Maluku Utara, Rabu 18 Februari 2026 malam kembali dilanda banjir pada malam pertama Ramadan.

Akibatnya, sebagian warga terpaksa tidak dapat melaksanakan salat tarawih di masjid karena genangan air yang merendam permukiman.

“Banjir di Tafraka sudah berulang kali terjadi. Malam ini warga bahkan tidak bisa melaksanakan salat tarawih pertama Ramadan dengan khusyuk,” ujarnya.

Ironisnya, pada saat yang sama masyarakat di wilayah lain di Kota Ternate maupun sekitar Pulau Hiri dapat menjalankan ibadah dengan tenang.

Iswanto menilai banjir yang terus berulang tidak terlepas dari dampak proyek embung yang dibangun oleh Balai Wilayah Sungai (BWS). Ia meminta dilakukan evaluasi menyeluruh terhadap desain dan fungsi infrastruktur tersebut.

Menurutnya, dampak yang dirasakan warga Tafraka cukup serius dan berpotensi menimbulkan bencana yang lebih besar jika tidak segera ditangani.

“Apakah kita akan membiarkan kondisi ini terus terjadi? Setiap hujan deras turun, masyarakat selalu diliputi kegelisahan,” tegasnya.

Ia menambahkan, intensitas hujan tinggi kini justru menimbulkan kekhawatiran bagi warga, bukan lagi rasa syukur.

“Bagi masyarakat, hujan bukan lagi dipandang sebagai rahmat, tetapi sebagai ancaman banjir,” katanya.

Kondisi tersebut, lanjutnya, menimbulkan tekanan psikologis berupa ketakutan, trauma, dan rasa tidak aman yang terus membayangi kehidupan warga.

Iswanto menegaskan bahwa pemerintah tidak boleh membiarkan masyarakat hidup dalam situasi penuh kecemasan.

“Jika kehidupan warga terus dibayangi rasa takut dan trauma, itu berarti negara seolah berjarak dengan rakyatnya,” ujarnya.

Ia mendesak Balai Wilayah Sungai segera mengambil langkah konkret untuk mengevaluasi proyek embung di Pulau Hiri, termasuk melakukan peninjauan teknis dan mitigasi risiko banjir.

Menurutnya, tindakan cepat diperlukan agar risiko bencana tidak semakin parah di masa mendatang.

“Saya berharap BWS segera melakukan evaluasi menyeluruh agar banjir tidak terus berulang dan dampaknya tidak semakin besar,” katanya.

Ia menegaskan, pemerintah wajib hadir dan memberikan perlindungan nyata bagi warga Tafraka.

“Negara harus hadir untuk masyarakat Pulau Hiri, khususnya warga Tafraka,” tegasnya.

Sementara itu, Nan, salah satu tokoh pemuda Kelurahan Tafraka, meminta Polda dan Kejati Maluku Utara segera mengusut pelaksanaan proyek Embung Pulau Hiri yang dikerjakan BWS Maluku Utara.

Ia berharap pemerintah segera melakukan penanganan serta audit terhadap pembangunan embung agar kejadian serupa tidak terulang.(*)

Baca Juga