Pemprov Malut Menyiapkan Terobosan di Sektor Peternakan
SOFIFI,Legalpost.id-Tidak hanya fokus pada tanaman pangan dan hortikultura, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Maluku Utara juga menyiapkan terobosan di sektor peternakan.
Tahun 2026 mendatang, Pemprov Malut akan membangun industri ayam petelur lengkap dengan pabrik pakan berbasis jagung.
Plt Kepala Dinas Pertanian, Anwar Husen, menjelaskan bahwa selama ini pasokan telur di Maluku Utara sangat tergantung dari luar daerah.
"Ini yang bikin harga telur sering tidak stabil. Dengan hadirnya PT Dafra, kita bisa produksi sendiri di Malut," kata Anwar saat diwawancarai wartwan di Ternate, baru-baru ini.
PT Dafra, kata Anwar, akan mengelola sekitar 2.000 hektar lahan jagung sebagai bahan baku utama pakan ayam.
"Mereka akan bangun pabrik pakan sendiri. Jadi rantai produksi, mulai dari jagung sampai telur, dikelola di Malut."
"Sekarang kita sudah koordinasi dengan BWS untuk memastikan ketersediaan air. Hasilnya positif, semua jaringan irigasi diperbaiki, bahkan dibuat sumur-sumur baru," jelas Anwar.
Ia berharap, proyek ini bisa menjadi solusi jangka panjang atas masalah pasokan telur di Maluku Utara.
"Kalau produksi telur sudah mandiri, maka tidak hanya harga lebih terjangkau, tapi juga kita bisa kurangi ketergantungan dari luar," tegasnya.
Langkah strategis ini menjadi bagian dari visi Gubernur Maluku Utara, Sherly Laos, untuk menjadikan Maluku Utara sebagai daerah yang berdaulat pangan, baik di sektor pertanian maupun peternakan.(*)