Realisasi PAD di Dua OPD Pemkot Ternate Masih Jongkok
TERNATE, legalpost.id-Reaaliasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Ternate, memasuki akhir tahun atau triwulan IV, baru mencapai Rp 69.323.636.111,39 atau 53 persen dari Rp 129.357.700.296 dari yang ditetapkan.
Kepala BP2RD Kota Ternate, Jufri Ali mengatakan, dari target PAD yang ditetapkan tersebut, yang dianggap belum maksimal yakni pajak retribusi daerah.
Pajak daerah disektor penerangan jalan misalnya, dari target sebesar Rp 23.000,000.000,00, realisasi hingga Oktober Rp 17.714.249.067 atau 77,02 persen.
“ Untuk target pajak daerah ini, dari target Rp 64.340.500,000 realisasi Rp 50.451.143.458 atau 78,41 persen,” kata Jufri, Selasa (11/10).
Untuk pajak retribusi daerah, dari target yang ditetapkan sebesar Rp 33.650.000.000, realisasi Rp 14.198.598.193 atau 42,19 persen.
Dari total target pajak retribusi daerah ini, menurut Jufri yang masih rendah diantaranya retribusi pelayanan persampahan dan kesehatan, dari target Rp 6.000,000.000 realisasi Rp 2.683.575.500 atau 44,73 persen. Retribusi parkir ditepi jalan umum, dari target Rp 6.000,000,000 realisasi Rp 546.400,000 atau 9,73 persen.
Retribusi pelayanan pasar dari target Rp 205.000.00 realisasi baru mencapai Rp 15.324 atau 7,48 persen. Retribusi pengujian kendaraan bermotor dari target Rp 300,000.000 hingga akhir tahun belum ada realisasi alias nol.
Passar grosir dan atau pertokoan, dari target Rp 13.000.000.000 baru terealisasi Rp 8.431.108.851 atau 64, 85 persen.
Izin mendirikan bangunan, dari target Rp 2.550.000.000 yang baru terealisasi Rp 740.150.042 atau 29,03 persen.
Sementara untuk target pendapatan dari hasil pengelolaan kekayaan yang dipisahkan, dari target Rp 4.500.000.000 realiasasi Rp 2.877.193.432,16 atau 63, 94 persen.
Sedangkan lain-lain pendapatan yang sah, dari target Rp 26.867.200.296 yang baru terealisasi Rp 1.796.701.028,73 atau 6,69 persen.
“ Khusus untuk lain-lain pendapatan yang sah ini, untuk penacapain yang masih rendah itu pada sektor pendapatan dari pengembalian, dimana dari total target Rp 15.466.353.083 realisasinya baru mencapai Rp 1.129.193.305,61 atau 7,30 persen. Sedangkan untuk pendapatan BLUD dan pendapatan dana kapitasi JKN pada FKTP masih kosong,” tandasnya.(red)