Tarkam
Ini Pernyataan Polres Atas Insiden Kebakaran Rumah Warga
JAILOLO,Legalpost.id-Kepolisian Resor Polres Halmahera Barat (Halbar), bakal mengusut tuntas pembakaran satu unit rumah warga desa Bobanehena kecamatan Jailolo, Jumat (14/05/2021) malam. Rumah yang dibakar akibat tauran antara kampung itu milik Risto A Soamole.
Wakapolres Halbar Kompol M Arinta Fauji S.IK, saat dikonfirmasi wartawan mengaku persoalan pembakaran rumah hingga kini masih disilidiki pelakunya.
“Untuk kebakaran rumah itu sementara kita masih selidiki pelakunya, dan dipastikan kita tetap usut kasus ini,” tegasnya.
Wakapolres mengatakan, saat ini pihaknya menerjunkan 50 orang personil anggota polres halbar untuk pengamanan hingga dipastikan benar-benar kondusif.
“Sekarang ini kan, Operasi Ketupat masih jalan hingga tanggal 17 Mei nanti, jadi sekalian untuk berjaga-jaga disini, saya berharap di momentum hari besar Islam ini mari kita saling bersilaturahmi untuk menguatkan hubungan kita lagi, jangan lagi ada kekacauan apalagi ini hari raya idul Fitri saling memaafkan itu penting,” imbuhnya.
Saat disinggung terkait minuman keras sebagai pemicu bentrokan tersebut, Arinta mengatakan, pihaknya sudah berupaya untuk mengingatkan kepada warga namun karna ini menjadi budaya warga pihaknya juga tidak banyak berbuat apa-apa.
“Kalau soal Miras, kami Polres sudah sangat berupaya, kami terus melakukan Rajia Miras, semua ini kembali ke kita masing-masing, butuh peran Pemdes serta tokoh-tokoh masyarakat untuk memberikan nasehat kepada anak-anak muda, saya mengajak kita semua untuk saling menjaga ketertiban dalam hari raya idul Fitri ini,” pintahnya.
Terpisah, pemilik rumah yang terbakar, Risto A Soamole kepada wartawan menuturkan, saat kejadian itu dirinya hendak keluar rumah, sekira pukul 08.12 WIT. Ditaksirkan kerugian dalam kebakaran itu 4 ton minyak tanah ludes dihantam sijago merah.
Dari kejadian tersebut,sekitar pukul 20.00 WIT, masa dari Desa Pateng melakukan penyerangan hingga ke perbatasan Desa Bobanehena dan Desa Pateng, hingga rumah terbakar.
“Saat perkelahian memang saya juga tau, hanya saya saat pulang kerumah sudah terbakar, tidak ada yang berhasil diselamatkan, hanya ijasah, istri dan juga anak saya diselamatkan,” ungkap Risto.
Informasi yang dihimpun wartawan di Tempat Kejadian Perkara (TKP), bentrok massa kedua desa ini berawal dari sekelompok pemuda Desa Bobanehena melakukan konfoi takbiran usai shalat Idul Fitri, Kamis (13/5/2021). Kemudian ditegur oleh pemuda Desa Payo Tengah. Tak terima teguran itu, massa konfoi pun menyimpan amarah.
“Ini pertama selesai sholat Idul Fitri, ada pemuda Bobanehena yang konfoi ke Payo. Kemudian pemuda Payo tegur, mungkin karena tidak puasa ahirnya saling baku jaga hingga terjadi pemukulan seperti ini,” ungkap salah satu warga asal Desa Payo Tengah yang enggan dipublikasikan namanya kepada wartawan.
Menurut warga tersebut, pada hari kedua lebaran tepatnya pukul 16:00 WIT terjadi baku pukul antar pemuda Desa Bobanehena dengan dua orang warga asal Desa Payo Tengah yang dietahui bernama Rustam dan Gafur yang hendak menuju ke Desa Payo dengan kendaraan roda dua.
“Lebaran hari kedua tadi dua orang warga disini (Desa Payo Tengah) yang baru pulang dari Tauro ditahan sama pemuda Bobanehena, disitu terjadi saling baku pukul tapi karena banya warga Bobanehena yang tahan jadi tidak berlangsung lama,” katanya.
Berselang dua jam kemudian, dua pemuda asal Desa Payo Tengah (Pateng) bernama Sutanto dan Sarif hendak mampir di tempat kejadian. Karena merasa ramai di jalan, Sutanto kemudian bertanya, tanpa jawaban dari pemuda Bobanehena Sutanto dipukul hingga babak belur. Merasa dirugikan Sarif mengamankan diri kembali ke desa dan mengadu ke warga tentang kejadian yang menimpanya.
Sementara itu Yadi salah satu warga Bobanehena mengatakan, kejadian tersebut berawal dari Pemuda Bobanehena yang di pukuli oleh Pemuda Pateng, hingga terjadi saling baku jaga, karena merasa tidak puas dengan kejadian itu, salah satu pemuda asal Pateng yang melintas dihadang sejumlah remaja asal Bobanehena yang telah dipengaruhi Minuman Keras (miras) didepan SD Bobanehena.
“Beberapa remaja Bobanehena itu menganiaya salah satu warga Payo hingga babak belur,ini karena pengaruh miras” ungkapnya.
Yadi mengaku, pemuda asal Pateng itu setelah dikeroyok dirinya meminta pertolongan warga setempat, beberapa warga Bobanehena yang menolongnya dengan mengompres air panas di sekujur tubuh yang terkena pukulan.
“Sempat dikompres sama warga, karena dikeroyok, jadi sudah dibantu oleh warga, mungkin karena tidak puas saja dengan kejadian itu,” katanya.
Yadi menambahkan, setelah mendapat pertolongan warga, istri korban datang dari Desa Pateng langsung membonceng korban menuju ke Polres Halbar guna melaporkan kejadian yang dialami suaminya.
“Dari kejadian itu menyulut amarah dari sekelompok warga Desa Pateng sehingga menyerang hingga ke perbatasan dua Desa tersebut dan membakar salah satu rumah milik Risto warga Bobanehena yang berada di perbatasan hingga ludes dilahap sijago merah,” jelasnya.
Senada disampaikan Lektol Intfantri 732 Banau Suhendar Surya Nigrat, saat dikonfirmasi mengungapkan, pihaknya ikut untuk menjaga keamanan bersama anggota Polisi.
“Untuk personil anggota TNI kami terjunkan sebanyak 50 orang untuk mengamankan situasi dilapangan, bersama anggota polres Halbar,” singkatnya
Sekedar diketahui saat kebakaran rumah oleh masa tersebut, Bupati dan Wakil Bupati Halbar, Jems Uang-Jufri Muhammad juga ikut turun ke TKP meredam warga dari dua desa tersebut.