1. Beranda
  2. BREAKING NEWS

Tekan Harga Rica di Ternate, Karamat Nilai Pasar Murah Rp110 Ribu Bantu Masyarakat

Oleh ,

TERNATE,Legalpost.id— Pengurus Keluarga Malamo Ternate (Karamat), Zulkifli Tomahir, ST, mengapresiasi langkah Pemerintah Provinsi Maluku Utara dan pemerintah kabupaten dalam mendatangkan pasokan cabai rawit atau rica untuk menekan lonjakan harga di pasar Kota Ternate dan sekitarnya.

Zulkifli menilai langkah yang dilakukan melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Maluku Utara serta Disperindag Halmahera Utara tersebut tepat untuk membantu masyarakat menghadapi tingginya harga rica.

Ia menyebutkan, harga cabai rawit di pasar saat ini berkisar Rp140 ribu hingga Rp190 ribu per kilogram. Kondisi tersebut turut memberikan tekanan terhadap inflasi daerah.

Menurutnya, rencana penjualan rica melalui pasar murah dengan harga Rp110 ribu per kilogram merupakan langkah positif karena berada di bawah harga pasar saat ini.

“Paling tidak, pemerintah sudah berbuat untuk meringankan beban masyarakat. Harga Rp110 ribu itu sudah di bawah harga pasar,” ujarnya, Minggu (1/11/2026) di Ternate.

Zulkifli menjelaskan, harga tersebut telah memperhitungkan biaya logistik pengiriman dari Jawa Timur ke Maluku Utara, baik melalui pesawat maupun kapal. Meski terdapat biaya distribusi, pemerintah tetap berupaya menjual rica kepada masyarakat dengan harga Rp110 ribu per kilogram.

Ia menilai langkah tersebut sebagai upaya preventif untuk menekan inflasi sekaligus mengendalikan lonjakan harga bahan pangan di pasaran.

Meski demikian, Zulkifli mengingatkan bahwa upaya jangka panjang perlu diarahkan pada peningkatan produksi cabai rawit lokal. Dinas Pertanian dan Pangan diharapkan dapat mendorong penanaman secara berkala agar ketersediaan stok lebih terjamin, harga lebih terjangkau, dan ketergantungan terhadap pasokan dari luar daerah dapat dikurangi.

Menurutnya, kelangkaan rica saat ini salah satunya dipengaruhi kondisi musim kemarau yang berdampak terhadap produksi.

Karena itu, ia menilai kolaborasi antara Pemprov Maluku Utara melalui dinas terkait, Pemkab Halmahera Utara, serta Bank Indonesia sangat membantu masyarakat dalam menghadapi kenaikan harga.

Zulkifli berharap kerja sama tersebut tidak hanya menjadi solusi sementara, tetapi juga diikuti langkah penguatan produksi lokal agar harga cabai rawit ke depan bisa lebih murah dan stabil.(*)

Baca Juga