1. Beranda
  2. BREAKING NEWS

Dari Hutan ke Ruang Tamu, Rasno Ahmad Ajak Masyarakat Hidup Selaras dengan Alam Lewat Kursi Bambu

Oleh ,

TERNATE,Legalpost.id– Inisiator pembuatan kursi bambu, Rasno Ahmad, menegaskan bahwa bambu bukan sekadar bahan baku kerajinan, tetapi juga simbol kearifan lokal yang mengajarkan nilai-nilai keberlanjutan, keluwesan, dan ketahanan budaya.
Hal itu disampaikan Rasno dalam Workshop dan Diskusi bertema "Dari Hutan ke Ruang Tamu" yang berlangsung pada 20–21 Juli 2026 di Kelurahan Tongole kota Ternate Maluku Utara.
Menurut Rasno, kursi bambu merupakan representasi hubungan harmonis antara manusia, alam, dan budaya yang perlu terus dijaga di tengah derasnya arus modernisasi.
"Kursi bambu adalah jembatan antara masa lalu yang penuh kearifan dan masa depan yang berkelanjutan. Bambu mengajarkan kepada kita bahwa kekuatan sejati bukanlah sesuatu yang kaku, melainkan luwes, lentur, dan penuh toleransi," ujarnya.
Ia mengatakan, pemanfaatan bambu tidak hanya bernilai ekonomis, tetapi juga menjadi pengingat agar masyarakat tetap berpijak pada akar budaya dan potensi lokal yang dimiliki.
"Di tengah perkembangan zaman dan modernisasi, kita tidak boleh kehilangan identitas budaya. Bambu mengingatkan kita untuk terus menghargai alam sekaligus menjaga warisan leluhur sebagai bagian dari kehidupan masa depan," kata Rasno.
Melalui workshop tersebut, para peserta diajak memahami potensi bambu sebagai material ramah lingkungan yang dapat diolah menjadi berbagai produk bernilai seni dan ekonomi, sekaligus memperkuat kesadaran akan pentingnya pelestarian hutan dan budaya lokal.
Kegiatan bertema "Dari Hutan ke Ruang Tamu" itu diharapkan mampu mendorong lahirnya kreativitas baru dalam pemanfaatan bambu sebagai produk yang tidak hanya memiliki nilai estetika, tetapi juga mencerminkan filosofi hidup yang selaras dengan alam dan berkelanjutan.(*)

Baca Juga