Festival Ela-Ela 2026, Tradisi Cahaya Menyambut Malam Penuh Berkah
SOFIFI,Legalpost.id— Tradisi religi yang sarat makna kembali dihidupkan dalam Festival Ela-Ela 2026 di Provinsi Maluku Utara. Ketua Panitia Pelaksana, Ismad Daud, menjelaskan bahwa malam Ela-Ela merupakan warisan budaya masyarakat Maluku Utara yang digelar setiap bulan suci Ramadan, khususnya untuk menyambut datangnya malam Lailatul Qadar.
Tradisi ini biasanya berlangsung pada malam ke-27 Ramadan, ditandai dengan penyalaan obor dan lampu pelita di masjid serta rumah-rumah warga. Cahaya yang menyala menjadi simbol kegembiraan umat Islam dalam menyambut malam penuh berkah tersebut.
“Ela-Ela bukan sekadar tradisi, tetapi juga wujud rasa syukur dan harapan masyarakat atas datangnya malam Lailatul Qadar,” ujar Ismad, Kamis (19/3/2026).
Festival ini merupakan hasil kolaborasi antara Pemerintah Provinsi Maluku Utara melalui Biro Kesejahteraan Rakyat dengan Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) Masjid Raya Shaful Khairat Sofifi. Kegiatan pawai obor menjadi rangkaian kedua, setelah sebelumnya digelar prosesi ritual adat di Kedaton Kesultanan Ternate.
Adapun tujuan utama penyelenggaraan festival ini adalah menjaga dan merawat tradisi budaya Moloku Kie Raha agar tetap lestari di tengah arus modernisasi, sekaligus menjadi media syiar Islam melalui seni dan budaya.
Mengusung tema “Merajut Kebersamaan untuk Menggapai Keberkahan Malam Lailatul Qadar”, festival ini melibatkan berbagai elemen masyarakat. Peserta pawai obor berasal dari organisasi kepemudaan, majelis taklim, Badan Koordinasi Masjid (BKM), remaja masjid, TPQ, hingga paguyuban masyarakat.
Rute pawai dimulai dari halaman Masjid Shaful Khairat, kemudian menyusuri Jalan KM 40 menuju rumah jabatan Wakil Gubernur, berlanjut ke Kantor Dinas PUPR, dan kembali finis di titik awal.
Ismad Daud menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi menyukseskan kegiatan ini, terutama panitia yang bekerja keras di lapangan.
“Kami mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada semua pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan ini. Kami juga memohon maaf apabila masih terdapat kekurangan selama pelaksanaan,” tuturnya.
Di penghujung acara tersebut ditutup oleh Wakil Gubernur Malut Sarbin Sehe untuk memberikan sambutan sekaligus secara resmi melepas peserta pawai obor, sebagai penanda dimulainya perayaan penuh cahaya tersebut.(*)