1. Beranda
  2. BREAKING NEWS

Cerita Pendek

Hujan Dimalam 17 Januari

Oleh ,

Penulis : Risti Inayah Hasan

Awal tahun dimusim hujan,17 Januari,Malam ini hujan, deraian Air dari langit yang cukup mengguyur deras diseputaran kota Ternate, tepat pada pukul 22:46.

Saya Risti, dalam perjalanan dari kelurahan kota baru menuju  pulang ke kelurahan Fitu,setiba dimanggadua tepat disampng jembatan 3 perbatasan manggadua Bastiong, hujan mulai deras dan saya berteduh.

Ruko-ruko disamping Bank BNI,sarat dengan remaja sampai yang tua terlihat berteduh dari hujan deras yang membasahi seputaran kota.

Tak disengaja mataku terpaku di depan terlihat wanita berambut pirang, mengenakan celana putih dan kemeja hitam,dengan lipstik pink yang manambah rona wajahnya,ia dengan yang lainnya tengah menanti hujan berhenti.

Jarum jam terus berputar hingga pada pukul 23:16, kota masih diguyur hujan,wanita di depan mulai gelisah, rupanya ia mengejar jam terbang entah bersama teman atau siapa.

Ia lalu mengambil helm,dipasang dikepala menutup rambut pirangnya yang berkilau cantik, dan mulai membunyikan Gas motor untuk berlalu pergi.

Setelah wanita itu pergi,satu persatu orang mulai pergi,hanya tersisa 4 pria yang tengah duduk di emperan ruko, menunggu hujan lebat itu mengurang.

Malam mulai sunyi, namun saya tidak berani pergi meninggalkan ruko itu karena kedinginan, diujung teras ruko terlihat satu pria botak dengan jaket merah hitam yang tengah menunggu hujan berhenti, rasa takutpun mulai terasa.

Matapu mulai melotot Kana kiri, karena takut dengan situasi yang mulai sunyi menjelang tengah malam.

"Ah sudahlah,sepertinya saya harus pergi sebelum hari menjelang subuh,"pikir saya.

Sayapun menghidupkan motor, dan  berlalu pergi, mengosongkan ruko dengan kondisi hujan yang masih sedikit deras.

Sesampai di kelurahan Ngade,hujan kembali lebat dan saya pun menepi di salah satu warung depan jalan.

Waktu berlalu,jarum jam menunjukkan pukul 23:40, tetap dikeadaan yang sama masih menunggu hujan redah. Tak lama hujan mulai mengurang dan sayapun berlalu meninggalkan warung tersebut.

Berkendaraan dengan kecepatan tinggi, sesampai di danau Ngade jalan terlihat gelap. Beruntung ada beberapa kendaraan dari belakang yang ikut membantu mengurangi rasa takut.

Saya terus berjalan tanpa menghadap kanan-kiri,dengan bulu kuduk yang merinding karena kedinganan,dan Alhamdulillah saya sampai di rumah dalam keadaan baik-baik saja,meski kedinganan dan setengah basah.

Pesan dari penulis : Cuaca mulai tidak stabil, sepertinya kita harus lebih banyak beristirahat di rumah, selamat meminum teh hangat  untuk menikmati Hujan.

Baca Juga