1. Beranda
  2. BREAKING NEWS

Covid-19

Sidak Di Rumah Sakit Chasan Boesorie, Kuntu Daud Marah Besar

Oleh ,

Ternate, Legalpost.id - Lakukan inspeksi dadakan (Sidak) di rumah sakit rujukan covid-19 RSUD dr.Chasan Boesoirie Ternate Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Maluku Utara (Malut), Kuntu Daud marah besar , Rabu (15/7).

Kemarahan Kuntu mencuat karena,dalam melakukan sidak, Kuntu tidak menemukan adanya dokter dan petugas medis di ruangan tertentu.

Awalnya orang nomor satu Deprov Malut ini, memeriksa beberapa ruangan, di antaranya ruang IGD untuk mencari lokasi tempat laboratorium, di mana mesin PCR berada.

Kemudian, dilanjutkan mengunjungi laboratorium RSUD dan ruang perkantoran untuk memastikan bantuan PCR oleh pemerintah pusat sudah berjalan atau belum. Namun kunjungan tersebut tidak menemukan satu pun petugas dalam ruang itu, bahkan para petinggi RSUD juga tidak berada di tempat, termasuk Dirut RSUD Chasan Boesoirie Syamsul Bahri.

Kuntu saat berada Di ruang IGD RSUD mempertanyakan keberadaan dokter ke sejumlah petugas medis, namun tidak satu pun yang mengetahui soal mesin PCR,“Ngoni tara tau,turus dokter sapa lagi,semua dokter ngoni tara tau. (Kalian tidak tahu, terus dokter siapa lagi, semua dokter kalian tidak tahu),” ucap Kuntu kepada salah satu petugas medis.

Ia juga mengatakan, selama menjalani karantina mandiri tidak mendapatakan pelayanan medis dari gugus tugas percepatan penanganan covid-19 Provinsi Maluku Utara. Padahal menurutnya, anggaran Rp 163 miliar yang ditandanganinya termasuk dengan obat-obatan,“Selama ini tarada obat, setengah bungkus me tara ada. Dia pe pambungkus me trda, padahal saya divonis dari rumah sakit ini. Luar biasa, obat begitu saya tandatangani begitu banyak Rp 163 miliar lebih untuk apa,”tandasnya kesal.

Perlu diketahui,Inspeksi tersebut untuk meninjau progres penanganan covid-19 di RS CB.(iin)

Baca Juga