Rancangan
Ibarat Kebun Yang Tak Terurus, Taman Ibu Kota Kabupaten Dikritisi
Jailolo,LegalPost.id-Belum direalisasinya pembangunan taman ibu kota kabupaten Halmahera Barat, paskah dirobohkan bangunan pertokoan lama Jailolo, belakangan menuai sorotan masyarakat.
Kawasan yang tersisa puing bangunan itu akhirnya dikritisi oleh warga dengan memasang spanduk yang menuliskan "kebun percontohan kabupaten Halmahera Barat."
Spanduk berupa kritikan itu, bahkan mengundang perbincangan netizen atas kondisi situasi ibu kota. Sampai-sampai mengundang pejabat Pemkab Halbar ikut memosting foto spanduk itu melalui sosial media Facebook dan mengisi komenterar sebagaimana netizen lainnya.
Foto spanduk itu bermula diposting oleh salah seorang warga melalui media sosial facebook grup Halmahera Barat atas nama akun Don Joao berkisar pukul 14.06 WIT, Kamis, 7 Mei 2020, dengan menulis keterangan foto,
"Kita su tau ngoni yang buka dan kita akan pasang sadiki Abis Ashar. Kita mau lia ngoni buka. Ngoni bongkar (bangunan pertokoan), baru ngoni tara pasang pagar baru tong kritik dengan bikin Spanduk bagini ngoni suru orang robe. Tunggu ngoni eeee. Sadiki kita pasang dengan tulis ngoni p nama nama nanti ngoni lia. #DaerahFajakeho."Caption foto akun Don joao
Postingan Don Joao itu mengundang tanda like sebanyak 110 netizen, gambar tawa 68 netizen dan tanda super sebanyak 18 netizen serta berkisar ratusan komentar.
Disusul Berkisar pukul 17.50 WIT Don Joao, kembali memosting foto spanduk yang sama dengan aktifitas dirinya bersama warga memasang spanduk tersebut di tempat itu.
Pada postingan kedua itu juga mengundang like para netizen sebanyak 120, gambar tawa 44, dan simbol super sebanyak 8 netizen.
Postingan Don Joao itu mengundang komentar yang bervariasi ada yang ikut menyalahi Pemkab, dan ada yang ikut mengkritisi kawasan itu dengan canda menyinggung Pemerintah.
Ekcal Syahar sala satu netizen misalnya, di kolom komentar mengaku sedih dengan kondisi lokasi yang tidak diurus.
"Bole mau bikin kandang sapi sekalian kebun. Kasihan lokasi tara ada yang urus itu."tulis Ekcal Syahar pada kolom komentar itu
Sementara akun Facebook atas nama Charibo Khochees, mengkritisi atas lokasi itu dengan canda.
"Itu pemda mo tanam rica ooo? sewa tong la tong pajeko tanah sadiki."tulis Khochees
Tidak puas dengan postingan Don Joao, berkisar pukul 19.34 WIT, kepala Kesbangpol dan Linmas Pemkab Halbar M Syarif Ali melalui akun facebooknya ikut mengambil foto spanduk itu dan memosting dengan caption.
"Bangunan di lokasi depan mega ria telah di bongkar oleh Pemda. Katanya, untuk desain pembangunan Taman Kota.
Kini lokasi yang kosong itu belum terlihat progres pekerjaan pembangunan taman kota. Datanglah "secuil" kelompok yang mengatasnamakan masyarakat. Mereka mendesak, agar lokasi tersebut, jangan di bangun taman kota, tetapi bangunlah Kebun percontohan Pemda Halmahera Barat.
Saya berharap dinas terkait segera merespon secepatnya sikap dan tuntutan tersebut, mungkin saja mereka memiliki tawaran konsep perencanaan tata ruang kota hijau ramah lingkungan, seperti Kebun ditengah kota. Mungkin saja Terinspirasi dengan Kebun raya Bogor yang berada di jantung kota bogor, sehingga mendesak harus ada kebun raya Halbar (yaitu kebun ditengah kota jailolo).
Dari baliho yang di pajang itu, sungguh positif. , secara inplisit mereka menginginkan adanya kebun di dalam Kota, tapi bahasa yang mereka gunakan lebih "kalem", yaitu Kebun percontohan pemda halbar...mohon dinas terkait segera merespon. inshaAllah DM Lanjutkan.
Tulisan M Syarif itu mengundang kolom komentar ada yang mendukung dan ada yang menghujat kepala Kesbangpol dan linmas. Bahkan turut serta dalam kolom komentar sejumlah pejabat termasuk kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bapeda) Halbar Soni Balatjai, dengan akun Facebook resmi atas nama Soni.
Soni hadir mengisi kolom komentar akun Facebook M Syarif Ali, dengan menulis keterangan atas masalah lokasi itu.
"Para sekelompok mereka itu mencuri ditikungan artinya jika dibangun nantinya dipoles bahwa mereka yang presur ke pemda sehingga dibangun. Padahal ditahun ini pemda telah menganggarkan untuk dibangun.Jadi kata kunci mereka ambil untung ditikungan.. Ce basi."tulis dia
Soni bahkan menyarankan kepada Satpol PP untuk melepas spanduk tersebut karena bersifat tidak mendidik.
"Saya Saran dinas terkait satpol PP untuk copot tulisan spanduk yang tidak mendidik itu."pinta Soni
Sementara akun Facebook atas nama Hikayat mengomentar status M Syarif Ali dengan mengatakan, Terlihat kacau alur berfikir bapak Soni, ( Bapeda), Lafdi Syarif Ali Kaban Kesbang). Hikayat bahkan mengaku paham maksud dan tujuannya kedua pejabat itu berkomentar.
Sedangkan akun Facebook atas nama Tamrin Biahimo menulis komentar postingan M Syarif Ali dengan tulisan" Dorang itu cuman pencari sensasi bukan pemikir pencari solusi daerah"
Sementara akun Facebook atas nama Azhary Helu menyarankan kepada Pemda dan DPRD Halbar untuk menyatukan niat membangun taman kota itu.
"Coba kalau pemda dan DPRD satukan niat bangun taman. Misalnya, alokasi bangun taman Rp 4 miliar, itu paling cuma bikin fondasi. Tapi kalau anggaran Aspirasi DPRD setiap tahun dianggarkan kurang lebih Rp 23 miliar, kong kase ikhlas satu tahun ini alihkan untuk bangun taman kota saja. Karena, 25 anggota DPRD punya aspirasi itu ada yang 1 miliar, ada yang Rp 800 juta, jika digabung maka menjadii Rp 23 miliar. Mari ajak DPRD dn Pemkab selamatkan taman kota, jang dulu kase pica proyek jadi kacil kacil. "tulis Azhary pada postingan Don Joao (tim)